OLDBOY

OLDBOY
LOGO

Senin, 19 Desember 2011

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI BESI DENGAN STATUS ANEMIA ANAK BALITA PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK KANAYATN DI KABUPATEN LANDAK



ABSTRAK

Anemia gizi merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Prevalensi  anemia gizi besi pada balita sebagian besar disebabkan kekurangan zat besi dalam makanan. Akibat nyata dari anemia gizi  terhadap kualitas sumber daya manusia tergambar pada angka kematian ibu dan bayi, menurunkan prestasi belajar anak sekolah dan produktifitas pekerja. Dari aspek konsumsi masalah yang belum terselesaikan adalah  rendahnya konsumsi oleh masyarakat kelompok ekonomi rendah. Secara makro konsumsi pangan telah memenuhi angka kebutuhan gizi yang dianjurkan. Namun analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa masih terdapat cukup banyak masyarakat yang mengalami kekurangan konsumsi pangan terutama keluarga balita yang berpendapatan rendah .
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui status anemi pada balita serta faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan zat besi pada makanan balita di Kabupaten Landak.
Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilakukan di Desa Saham Kabupaten Landak. Responden penelitian adalah ibu-ibu balita. Jumlah total responden sebanyak 68 ibu balita. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dan uji regresi logistik.
Hasil penelitian menemukan sebanyak 48,5 persen  anak balita menderita anemia. Kemudian sebanyak 44,1 % anak balita mempunyai asupan zat besi defisit atau kurang dari 70 % anjuran kecukupan gizi yang dianjurkan. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara asupan zat gizi besi  dengan status anemia anak balita (p = 0,023), ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan gizi ibu dengan status anemia anak balita (p = 0,004), sedangkan variabel tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga tidak mempunyai hubungan dengan status anemia anak balita (p > 0,05). Dari hasil analisis multivariat, diperoleh hasil bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap status anemia anak balita adalah tingkat pengetahuan gizi ibu dengan nilai eksponential (B) atau Odds Ratio variabel pengetahuan adalah sebesar 3,850 artinya dapat disimpulkan pengetahuan gizi ibu yang baik 3,8 kali lebih baik status anemianya dibanding dengan pengetahuan gizi ibu yang kurang setelah dikontrol Nilai  Eksponential (B) atau Odds Ratio variabel asupan zat gizi besi adalah sebesar 2,494 artinya anak balita yang asupan zat gizi besinya cukup 2,4 kali lebih baik status anemianya dibandingkan dengan anak balita yang asupan zat gizi besinya kurang.

Kata kunci: anemi, anak balita, faktor-faktor yang berhubungan


Oleh : Ir. Jonni Syah R.Purba, MKes; Iman Jaladri, SSit, MKes; Agustiansyah, SKM, MKes

1 komentar:

  1. teman, jangan lupa ya mencatumkan link Gunadarma http://www.gunadarma.ac.id. Sekarang kan sudah mulai perkuliahan softskill dan Sebagai salah satu penilaian mata kuliah softskill harus mencatumkan link Gunadarma.

    BalasHapus